기사제목 Kurangnya Penerjemah Pariwisata berbahasa Indonesia
보내는분 이메일
받는분 이메일

Kurangnya Penerjemah Pariwisata berbahasa Indonesia

기사입력 2014.12.16 16:16
댓글 0
  • 카카오 스토리로 보내기
  • 네이버 밴드로 보내기
  • 페이스북으로 보내기
  • 트위터로 보내기
  • 구글 플러스로 보내기
  • 기사내용 프린트
  • 기사내용 메일로 보내기
  • 기사 스크랩
  • 기사 내용 글자 크게
  • 기사 내용 글자 작게
[Penerjemah=Rencidiptya] Berbeda dengan pesatnya peningkatan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea, penerjemah pariwisata yang berbahasa Indonesia sangatlah kurang. 

Menurut data dari Korea Tourism Organization (KTO) di Jakarta pada tanggal 9 Desember, separuh dari total 189,000 orang wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea pada tahun lalu, mereka dilayani hanya oleh 8 penerjemah pariwisata berbahasa Indonesia bersertifikat yang telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan informasi di Korea.

Sebagaimana diketahui karena kurangnya penerjemah pariwisata berbahasa Indonesia, Agensi-agensi wisata (Tour Agent) di Korea yang menangani para wisatawan Indonesia tersebut pada akhirnya menggantinya dengan penerjemah pariwisata berbahasa Inggris. Caranya adalah penerjemah pariwisata berbahasa Inggris tersebut menjelaskan dengan bahasa Inggris, dan kemudian pemandu wisata yang merupakan orang Indonesia yang datang untuk memandu rombongan wisatawan tersebut menjelaskan kembali dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan agensi wisata (Tour Agent) di seluruh Indonesia mengatakan bahwa cara penerjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia membuat informasi wisata yang disampaikan tersebut tidak dapat diterima dengan baik. Mereka juga menyarankan bahwa penyampaian informasi harus dilakukan dengan bahasa negara setempat.

Dengan keadaan seperti ini, agensi-agensi wisata tersebut mau tidak mau menggunakan jasa penerjemah pariwisata secara ilegal. Jadi mereka menggunakan jasa penerjemah pariwisata yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik namun tidak memiliki sertifikat penerjemah pariwisata.

Salah seorang pihak dari agensi wisata Korea mengatakan bahwa “Kebanyakan dari para penerjemah wisata berbahasa Indonesia yang tidak memiliki sertifikat tersebut memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik kerena sudah pernah kursus belajar bahasa Indonesia sebelumnya di Korea atau pernah tinggal dalam waktu lama di Indonesia”. Dia juga menambahkan adanya kesulitan bahwa “Namun demikian, kalau mereka ketahuan tidak memiliki sertifikat terkait, maka mereka akan mendapatkan peringatan, pemberhentian pekerjaan/skorsing, dan tentunya mereka akan mendapatkan black list dalam usahanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka telah diputuskan untuk segera diadakannya program pendidikan penerjemah pariwisata agar imigran dari Indonesia yang menikah dan menjadi warga negara Korea dan sebagainya dapat mengikuti ujian sertifikasi dengan mudah.

Oh Hyon Jae, Kepala Kantor Jakarta KTO(Korea Tourism Organization) menyarankan “Karena ketersediaan penerjemah pariwisata untuk bahasa Indonesia dan bahasa asing yang tidak umum lainnya sangat kurang, sebaiknya untuk ujian bahasa asing yang diadakan setiap tahunnya dibuat menjadi lebih sulit. Sedangkan untuk ujian tertulis menjadi dipermudah, yaitu dengan cara ujian tersebut digantikan dengan pelatihan tentang pariwisata selama 3~6 bulan.”


인도네시아어 관광통역사 태부족 

인도네시아인들의 한국 방문이 급증하는 것과 달리 인도네시아어 관광통역안내사(이하 관광통역사)가 턱없이 부족해 대책 마련이 시급한 것으로 나타났다.

9일 한국관광공사 자카르타지사에 따르면 지난해 한국을 방문한 인도네시아인은 18만 9천 명인 반면, 이들을 맞아 한국에서 안내서비스를 제공하는 인도네시아어 관광통역사 자격증 소지자는 8명에 불과했다.

한국에서 인도네시아 관광객을 취급하는 여행사들은 없다시피한 인도네시아어 관광통역사 대신 영어 관광통역사로 대체하기도 한다. 영어 관광통역사가 설명하고, 단체관광객을 인솔하고 온 인도네시아인 여행 인솔자가 다시 인도네시아어로 통역하는 방법이다. 

인도네시아의 대형 여행사 관계자들은 영어에서 인도네시아어로 통역하는 과정에서 제대로 관광 안내가 이루어지지 않는다며, 자국어로 관광지 안내가 이루어져야 한다고 입을 모은다. 

상황이 이렇다 보니 한국 여행사들은 불법 관광통역사를 고용할 수밖에 없다. 인도네시아어가 유창하지만 관광통역사 자격증을 소지하지 않은 무자격자를 채용하는 것이다.

한국의 한 여행사 관계자는 "무자격 인도네시아어 관광통역사 대부분은 현지에서 어학연수를 했거나 오랫동안 현지에 체류한 사람들로 인도네시아어가 유창한 편"이라면서 "그러나 이들은 관련 자격증이 없어 적발되면 시정명령, 영업정지는 물론 영업취소 처분을 받을 수 있다"고 어려움을 토로했다.

이와 관련, 인도네시아계 결혼 이민자 등이 쉽게 자격시험에 응시할 수 있도록 관광통역사 교육 프로그램 운영이 시급한 것으로 지적됐다.

오현재 한국관광공사 자카르타지사장은 "관광통역사 공급이 절대적으로 부족한 인도네시아어 등 특수외국어에 한해 해당 외국어 시험은 오히려 강화하는 반면, 까다로운 필기시험은 당분간 3~6개월의 소양교육으로 대체하는 게 좋겠다"고 제안했다.


<저작권자ⓒ데일리인도네시아 & dailyindonesia.co.kr 무단전재-재배포금지. >
 
 
 
 
 
회사소개 | 광고안내 | 제휴·광고문의 | 기사제보 | 다이렉트결제 | 고객센터 | 저작권정책 | 회원약관 | 개인정보취급방침 | 이메일주소무단수집거부 | RSStop